Monday, September 14, 2026

Entah berapa Halaman

" dont tell your dream, but do it", 

baru-baru ini kalimat ini sering kuutarakan kepada my son, dengan tujuan agar dia fokus pada tujuan, bukan pada keramaaian yang menyorot atau tersorot olehnya. Berharap dia akan menemukan cara terbaik untuk menjadi terbaiknya.

Mudah rasanya ya , kalau menceritakan sesutau yang menyenangkan, tapi akan sulit membagikan deep our heart, tapi sebenanrya pengakuan apa yang dialami akan memberi jalan keluar dari terowongan gelap yang mungkin tiba-tiba harus dilalui dalam suatu perjalanan, 

banyak kecewa, kesedihan, tapi pasti ada pelajaran berharga di dalammya , ga peduli berapa lama, bagaimana sakitnya, jika kita menerima, kemudian berada di tempat kita seharusnya, ada semesta yang akan menolong. 

Siapa semestaku? ah...tentu saja itu menjadi jawaban absolut.

betapa memang akan ada yang menyakiti tanpa sebab, melihat sinar kita yang bercahaya, dia ingin mengambil sedikit cahaya itu, tapi tanpa sadar dia tidak meminta dengan lembut, tapi merampas, 

kemudian itu akan menjadi pergulatan emosi yang mengharuskan kita seketika membenci, marah, dan terluka.Namun, karena orang-orang yang penuh cinta tak meninggalkan, dan kasih yang tak berkesudahan dariNya pemilik semesta , maka cahaya itu akan tetap bersinar, bahkan lebih terang.

Terima kasih perjalaanan sampai saat ini, terima kasih buat pribadi yang tetap kuat, dan tetap penuh dengan sukacita, meskipun harus selalu bergandengan tangan dengan dukacita.

Thankyou my dear soul, for being in me


No comments:

Post a Comment